Pertanyaan survei setelah pembelian yang berguna untuk iklan menanyakan apa yang memicu kebutuhan, pilihan apa yang dibandingkan, dan keraguan apa yang perlu dijawab. Mulai dari keputusan yang ingin kamu ambil. Bila jawaban sebuah pertanyaan tidak akan mengubah pesan, bukti, atau penjelasan produk, pertanyaan itu mungkin belum perlu ditambahkan.

Survei pendek dapat memberi bahan untuk creative tanpa meminta pelanggan menulis cerita panjang. Namun, jawaban pembeli hanya menjelaskan orang yang sudah membeli dan bersedia merespons. Orang yang batal, kecewa tanpa mengisi survei, atau belum mengenal produk tidak otomatis terwakili.

Cocokkan pertanyaan dengan waktu bertanya

Sesaat setelah transaksi, pelanggan lebih mungkin masih mengingat proses memilih. Mereka belum tentu sudah memakai produk. Karena itu, pertanyaan “Apa hasil yang kamu rasakan?” terlalu dini apabila barang belum diterima.

Setelah penggunaan, pertanyaan dapat beralih ke situasi pemakaian, bagian yang membantu, dan bagian yang membingungkan. Waktu yang masuk akal bergantung pada produk. Produk yang langsung dipakai berbeda dengan barang yang baru digunakan pada perjalanan bulan depan.

Saya akan memisahkan survei keputusan pembelian dan survei pengalaman pakai. Pemisahan ini juga mencegah harapan pelanggan dikutip seolah-olah sudah menjadi hasil nyata.

Lima pertanyaan dengan tugas yang jelas

Berikut contoh ilustratif untuk toko tas kerja. Kamu dapat memilih pertanyaan yang paling relevan; lima pertanyaan bukan jumlah wajib.

Pertanyaan Keputusan yang dibantu
“Apa yang membuat kamu mulai mencari tas saat ini?” Situasi pembuka iklan
“Sebelum memilih tas ini, pilihan apa yang sempat kamu pertimbangkan?” Kriteria perbandingan
“Informasi apa yang paling membantu kamu memutuskan?” Bukti yang layak ditampilkan lebih jelas
“Apa yang sempat membuat kamu ragu atau hampir menunda pembelian?” Keberatan yang perlu dijawab
“Adakah informasi yang kamu cari tetapi belum ditemukan?” Kekurangan penjelasan di iklan atau halaman

Pertanyaan pertama sebaiknya memberi ruang jawaban bebas. Jika harus memakai pilihan, sertakan “lainnya”, “belum yakin”, atau opsi yang relevan untuk menghindari pemaksaan jawaban. Jangan membuat semua pilihan berisi pujian kepada produk.

Bandingkan “Seberapa membantu kompartemen laptop kami yang sangat praktis?” dengan “Bagian apa yang kamu pertimbangkan saat memilih tas?” Versi pertama sudah menyodorkan penilaian dan jawaban. Versi kedua membiarkan kompartemen laptop muncul jika memang penting.

Pisahkan alasan membeli dari tempat mengenal

“Tahu produk ini dari mana?” dan “Mengapa akhirnya membeli?” menjawab dua kebutuhan berbeda. Pelanggan bisa mengenal tas dari video, mengecek ukurannya di website, lalu membeli karena tas lama rusak. Video adalah salah satu titik pertemuan; tas lama yang rusak adalah pemicu kebutuhan.

Jawaban kanal dapat dilupakan atau disederhanakan oleh responden. Jangan memakai survei saja untuk memastikan iklan tertentu menyebabkan transaksi. Untuk pekerjaan creative, kamu dapat menyimpan kedua jawaban, lalu menggunakan pemicu dan keraguan sebagai bahan pesan.

Dari jawaban menjadi tugas produksi

Anggap tiga jawaban ilustratif masuk:

  • “Laptop baru saya lebih besar, jadi saya takut tidak muat.”
  • “Saya membandingkan dengan tas lama yang masih bagus.”
  • “Saya baru yakin setelah melihat ukuran kompartemennya.”

Ketiganya belum membuktikan bahwa seluruh pasar mengutamakan ukuran. Tetapi bersama-sama mereka memberi alasan untuk mencoba penjelasan kecocokan ukuran.

Brief yang muncul dapat berbunyi: “Tunjukkan cara membandingkan ukuran perangkat dengan ukuran ruang laptop. Sebutkan batas dimensi yang benar. Hindari klaim semua laptop 15 inci pasti muat karena ukuran fisiknya bisa berbeda.” Ini lebih bisa dikerjakan daripada brief “buat iklan tentang tas yang nyaman”.

Simpan jawaban asli, interpretasi, dan tugas produksi dalam kolom terpisah. Kamu bisa memakai pola pengelompokan pada lembar riset review pelanggan. Bila satu jawaban menarik tetapi ambigu, ajak pelanggan yang bersedia mengikuti wawancara tentang proses memilih.

Uji pertanyaannya sebelum menyebar luas

Minta beberapa orang membaca survei dan menjelaskan ulang maksud setiap pertanyaan. Periksa apakah mereka memahami “pilihan” sebagai merek lain, menunda pembelian, atau membeli barang berbeda. Semua bisa relevan, tetapi maksud pertanyaannya harus jelas.

Kemudian lihat apakah jawaban percobaan menghasilkan keputusan yang berbeda. Jika semua jawaban hanya “bagus”, pertanyaannya mungkin terlalu umum. Jika pertanyaannya meminta dua hal sekaligus, pecah atau pilih satu yang lebih penting.

Catat siapa yang diundang, kapan, serta berapa orang menjawab. Gunakan jumlah tersebut untuk membaca keterbatasan sampel, tanpa menjanjikan tingkat respons tertentu. Kumpulkan data seperlunya dan jelaskan pemakaiannya dengan bahasa yang mudah dipahami.

Survei siap dipakai ketika setiap pertanyaan memiliki tujuan, bahasa netral, dan jalur tindak lanjut. Gabungkan temuannya dalam profil pembeli yang memisahkan fakta dan dugaan. Pilih artikel lain sesuai kebutuhanmu di topik Meta Ads.