Heading membantu pembaca memahami struktur artikel dan menemukan bagian yang dibutuhkan. Gunakan H2 untuk bagian utama, lalu H3 untuk penjelasan di dalam bagian tersebut. Pilih teks yang menjelaskan keputusan atau pertanyaan, sehingga pembaca tidak harus menebak isi di bawahnya.

Struktur heading juga membantu navigasi dengan teknologi asistif. W3C menjelaskan bahwa heading perlu mencerminkan organisasi konten dan disusun secara logis. Panduan heading W3C. Manfaat ini lebih konkret daripada memperlakukan H2 sebagai tempat wajib menyisipkan keyword.

Bedakan hierarki dan ukuran tulisan

Heading adalah penanda hubungan isi. Ukuran font hanyalah tampilannya. Jangan memilih H3 karena terlihat lebih kecil jika bagian tersebut sebenarnya setara dengan H2 lainnya. Perbaikan ukuran dilakukan pada desain, sedangkan struktur mengikuti makna.

Pada banyak template blog, judul artikel sudah dirender sebagai H1. Isi Markdown biasanya dimulai dengan pembuka lalu H2. Periksa implementasi situs sebelum menambahkan H1 lagi. Tujuannya menjaga judul utama dan struktur halaman jelas, bukan menjalankan aturan hitung heading tanpa melihat template.

Satu bagian utama boleh mempunyai beberapa subbagian. Namun, jika hanya ada satu H3 yang mengulang nama H2, subheading itu mungkin tidak diperlukan. Kamu bisa langsung menulis penjelasan di bawah H2.

Beri nama bagian sesuai pekerjaan pembaca

Bandingkan heading “Tips Penting” dengan “Periksa Saldo Awal Sebelum Menambah Transaksi”. Heading kedua memberi petunjuk yang dapat digunakan bahkan saat pembaca sedang memindai artikel.

Contoh ilustratif perbaikan:

Heading awal Masalah Heading yang lebih jelas
Mengenal Lebih Jauh Tidak menyebut isi Bedakan Stok Fisik dan Stok Tercatat
Solusi Terbaik Tidak menjelaskan keputusan Pilih Pencatatan Manual atau Aplikasi
Hal yang Harus Diperhatikan Terlalu umum Periksa Retur dan Transaksi yang Belum Dicatat
Kesimpulan Tidak memberi arah lanjutan Mulai dari Satu Produk yang Sering Selisih

Tidak semua heading harus berupa perintah. Pertanyaan cocok untuk diagnosis, sedangkan nama konsep cocok untuk penjelasan. Yang penting, isi bagian memenuhi janji heading tersebut.

Susun hubungan bagian dengan jelas

Misalnya, artikel tentang memilih format invoice mempunyai H2 “Pilih Format Berdasarkan Cara Mengisi”. Di bawahnya, H3 dapat membahas spreadsheet, dokumen teks, dan generator. Ketiga subbagian itu memang merupakan pilihan format.

“Cara Memeriksa Nomor Invoice” adalah langkah lain, sehingga lebih masuk akal menjadi H2 tersendiri. Menaruhnya di bawah H3 generator akan membuat pembaca mengira pemeriksaan nomor hanya berlaku untuk generator.

Gunakan outline sederhana sebelum menulis. Geser bagian sampai hubungan utamanya terlihat. Jika suatu subbagian tidak cocok ditempatkan di mana pun, periksa apakah ia sebenarnya topik lain yang tidak dibutuhkan dalam artikel ini.

Hindari pengulangan keyword yang merusak alur

Kamu tidak perlu menulis “kartu stok” pada awal setiap heading jika konteksnya sudah jelas. “Cara Membuat Kartu Stok”, “Manfaat Membuat Kartu Stok”, dan “Tips Membuat Kartu Stok” dapat terasa berulang tanpa menambah informasi.

Gunakan istilah utama saat memang membantu pembaca memahami bagian. Pada bagian berikutnya, “Isi Saldo Awal”, “Catat Barang Keluar”, dan “Cocokkan dengan Hitungan Fisik” dapat lebih jelas. Variasi tersebut lahir dari tugas yang berbeda, bukan upaya mencari sinonim sebanyak mungkin.

Jangan menyembunyikan penjelasan penting di bawah heading kreatif yang sulit ditebak. Keunikan suara tetap bisa muncul dalam paragraf, contoh, dan cara menjelaskan mekanisme.

Jalankan dua pemeriksaan ringan

Pertama, baca heading tanpa paragraf. Kamu seharusnya dapat memahami topik, urutan, dan hasil utama artikel. Jika hanya terlihat rangkaian kata umum, perjelas nama bagian. Jika dua heading menjanjikan hal sama, gabungkan atau bedakan isinya.

Kedua, pilih satu tugas pembaca dan cari bagian yang menjawabnya. Misalnya, pembaca ingin tahu mengapa saldo minus. Apakah heading diagnosis mudah dikenali? Setelah dibuka, apakah penjelasannya langsung menuju pemeriksaan yang relevan?

Untuk pemeriksaan aksesibilitas yang lebih mendalam, gunakan tampilan struktur heading atau teknologi asistif yang tersedia, lalu catat apa yang benar-benar diuji. Pemeriksaan visual saja belum membuktikan semua pembaca dapat menavigasi halaman dengan baik.

Jika artikel pendek hanya memerlukan beberapa bagian, biarkan singkat. Menambah heading setiap beberapa kalimat dapat memutus alur. Pekerjaan selesai ketika struktur membantu pembaca menemukan dan memahami jawaban. Mulai dengan satu draft, baca headingnya saja, lalu perbaiki bagian yang tidak menjelaskan tugas atau hubungan ide.