Saya punya satu kebiasaan buruk waktu pertama kali serius bikin konten. Setiap mau posting, saya buka aplikasi dulu, lalu duduk mantengin layar kosong selama 10-15 menit, tidak tahu mau nulis apa. Lalu saya tutup aplikasinya lagi karena ada urusan lain. Dan tidak jadi posting.

Itu berlangsung hampir 3 minggu. Tiga minggu posting sesekali, tidak konsisten, tidak ada ritme.

Yang menarik adalah, ternyata masalah saya bukan kekurangan ide. Waktu saya duduk santai sambil nemenin anak main sore-sore, ide itu ada saja. Yang tidak ada adalah sistem untuk nangkep dan jadwalkan ide itu supaya waktu saya duduk di depan aplikasi, saya sudah tahu mau nulis apa.

Nah, itu yang akhirnya saya selesaikan dengan sesuatu yang sederhana, namanya framework T-H-I-S.

Apa Itu T-H-I-S dan Kenapa Ini Relevan untuk Daddy yang Sibuk

T-H-I-S bukan strategi konten yang rumit. Ini cuma cara berpikir tentang empat jenis konten yang berbeda, dan kamu assign masing-masing ke hari yang berbeda dalam seminggu.

Empat mode-nya:

T = Teach Me: kamu ngajarin sesuatu. Tutorial, penjelasan, how-to. Ini konten yang paling kuat untuk membangun reputasi sebagai orang yang tahu sesuatu di bidang tertentu.

H = Help Me: kamu bantu selesaikan masalah spesifik. Beda dari Teach, kalau Help lebih ke “ini jawabannya, langsung pakai” bukan “ini konsepnya, pelajari dulu”.

I = Inspire Me: bukan motivational quote ya. Ini cerita. Momen nyata, pembelajaran dari pengalaman, sesuatu yang bikin orang merenung sebentar.

S = Show Me: bukti nyata, proses yang kamu jalani, hasil yang bisa dilihat. Screenshot, angka, before-after, atau sekedar foto kamu lagi kerja.

Empat mode ini kalau di-rotate dengan jadwal yang jelas, kamu tidak akan blank lagi. Karena sebelum duduk posting, kamu sudah tahu: hari ini mode apa.

Cara Pasang T-H-I-S ke Jadwal Mingguanmu

Ada tiga opsi berdasarkan berapa hari kamu mau posting.

Kalau Kamu Bisa 5 Hari Seminggu

Ini jadwal yang saya anggap paling balance:

Hari Mode Artinya
Senin Show Me (S) Mulai minggu dengan bukti atau momen nyata
Selasa Teach Me (T) Pelajaran atau tutorial dari keahlianmu
Rabu Help Me (H) Satu masalah spesifik, satu jawaban konkret
Kamis Inspire Me (I) Cerita atau momen yang punya makna
Jumat Show Me (S) Tutup minggu dengan sesuatu yang nyata lagi

Senin dan Jumat keduanya Show Me karena konten Show biasanya yang paling mudah dibuat dan paling engaging untuk yang baru kenal kamu.

Kalau Kamu Hanya Bisa 3 Hari

Ini yang lebih realistis untuk kebanyakan Daddy yang masih kerja kantoran:

Hari Mode
Senin Teach Me (T)
Rabu Inspire Me (I)
Jumat Show Me (S)

Tiga hari sudah cukup kalau konsisten. Kalau kamu belum pernah posting 3x seminggu selama 4 minggu berturut-turut, mulai dari sini dulu.

Kalau Kamu Mau Setiap Hari (7 Hari)

Jujur, saya tidak rekomendasikan ini untuk permulaan. Tapi kalau kamu sudah nyaman di level 3-5 hari dan mau naik, bisa pakai pola ini:

Hari Mode Label yang Bisa Dipakai
Senin Teach Marketing Monday
Selasa Teach Tip Tuesday
Rabu Help Wow Wednesday
Kamis Show Thirsty Thursday
Jumat Show Focus Friday
Sabtu Inspire Weekend Reflection
Minggu Inspire Weekend Motivation

Senin-Selasa keduanya Teach karena biasanya awal minggu orang lebih open buat belajar sesuatu. Akhir pekan Inspire semua karena orang lebih slow dan lebih ready untuk konten yang reflektif.

Cara Petakan Topikmu ke Empat Mode Ini

Ini langkah yang sering orang skip, padahal ini yang bikin sistem ini beneran jalan.

Kamu punya keahlian atau pengalaman di bidang tertentu. Mungkin marketing, keuangan, parenting, coding, atau apapun. Sekarang, petakan itu ke empat mode:

T (Teach Me) = pillar keahlianmu. Ini konten yang paling “kamu banget”. Kalau kamu di bidang marketing digital, Selasa kamu ngajarin sesuatu tentang iklan, copywriting, atau strategi.

H (Help Me) = juga dari keahlianmu, tapi lebih ke problem-solving praktis. Kalau T itu “cara kerja A adalah…”, H itu “kalau kamu stuck di situasi X, coba ini”.

I (Inspire Me) = dari pengalamanmu, bukan dari orang lain. Cerita kegagalan, pembelajaran, keputusan yang sulit, momen dengan keluarga yang punya kaitan dengan topik kamu. Ini bukan motivational speech, ini cerita yang jujur.

S (Show Me) = apapun yang nyata dan bisa ditunjukkan. Hasil kerja, proses kerja, screenshot, angka, momen di balik layar.

Weekly Brief: Isi Ini Tiap Senin Pagi

Setelah kamu tahu mode mana hari apa, langkah berikutnya adalah isi brief mingguan setiap Senin pagi. Ini yang memakan waktu sekitar 30-45 menit, tapi hasilnya adalah kamu sudah tahu mau posting apa sampai Jumat tanpa mikir lagi.

Formatnya sederhana:

Pesan utama minggu ini: [satu kalimat yang jadi benang merah semua konten minggu ini]

Konten T (Selasa): Topik apa, hook-nya apa, takeaway utamanya apa.

Konten H (Rabu): Pertanyaan apa yang dijawab, mitos apa yang dibongkar, hook-nya apa.

Konten I (Kamis): Cerita atau momen apa, emosi apa yang mau ditimbulkan, hook-nya apa.

Konten S (Senin dan Jumat): Hasil atau proses apa yang mau ditunjukkan, ada angka atau testimonial tidak.

Setelah ini diisi, semua konten sudah terdefinisi. Tinggal eksekusi. Tidak ada lagi duduk mantengin layar kosong.

Cara Generate 50 Ide Konten Sekaligus

Kalau kamu mau bikin stok ide yang bisa dipakai berbulan-bulan, ada satu prompt ChatGPT yang cukup efektif. Saya pakai versi yang kira-kira begini:

“Saya butuh bantuan generate ide konten. Saya adalah [peran kamu] yang nulis konten harian untuk [target audiensmu]. Kontennya akan mengajarkan mereka tentang [keahlianmu] dan menyelesaikan masalah ini: [pain point utama audiens]. Bayangkan kamu adalah [deskripsi audiens] yang mau [tujuan mereka]. Buat 50 pertanyaan yang mereka miliki untuk mencapai tujuan itu.”

Setelah kamu dapat 50 pertanyaan itu, sort ke dalam bucket T, H, I, atau S. Setiap pertanyaan adalah satu konten. Itu 50 konten yang sudah ada, tinggal eksekusi satu per satu.

Kalau kamu posting 3x seminggu, 50 ide itu cukup untuk lebih dari 4 bulan ke depan.

Bagaimana Ini Bekerja di Kehidupan Saya

Saya mulai pakai sistem ini setelah frustrasi dengan ketidakkonsistenan saya sendiri. Waktu itu saya sudah mulai membangun personal brand, tapi konten saya random dan tidak ada ritme yang jelas.

Yang saya lakukan pertama adalah tentukan dulu saya posting berapa hari, saya pilih 3 hari. Senin, Rabu, Jumat. Lalu saya assign mode ke masing-masing hari dan stick ke itu selama 1 bulan penuh.

Hasilnya bukan langsung viral atau langsung ratusan followers baru. Yang terjadi adalah saya berhenti blank. Dan itu sudah cukup untuk melanjutkan. Konsistensi 3 hari seminggu selama 4 minggu terasa jauh lebih bermakna daripada posting 1-2 kali seminggu secara random selama 2 bulan.

Satu hal lain yang saya perhatikan: setelah punya ritme yang jelas, waktu eksekusi per konten turun signifikan. Dulu mungkin 45 menit untuk satu post karena mikir-mikir dulu. Setelah ada brief mingguan, bisa 15-20 menit karena sudah tahu arahnya.

Siapa yang Akan Dapat Manfaat Paling Besar?

Cocok kalau kamu: sudah tahu mau bikin konten tapi terus stuck di “mau nulis apa”, atau sudah mulai tapi konsistensinya belum ada, atau mau bangun personal brand sambil kerja kantoran dengan waktu terbatas.

Mungkin belum waktunya kalau: kamu belum tahu sama sekali mau bikin konten di topik apa, karena sistem ini butuh ada topik yang jelas dulu sebelum di-assign ke mode T-H-I-S. Selesaikan dulu pertanyaan “topik saya apa”, baru pakai sistem ini.

Kalau Kamu Mau Saya Kirim Template Mingguan Ini Langsung ke Inbox Kamu

Di newsletter Not A Perfect Daddy, saya share sistem kerja yang saya pakai untuk tetap produktif dalam 2-4 jam kerja sehari, termasuk template mingguan dan cara saya manage konten sambil tetap hadir untuk anak. Gratis, satu email tiap minggu.

Kalau mau saya kirim template ini dan yang lainnya langsung ke email kamu, masuk ke newsletter Not A Perfect Daddy di sini, gratis, dan saya kirim tiap minggu.

Gabung Newsletter Not A Perfect Daddy →

Pertanyaan yang Sering Muncul

Saya sudah coba posting jadwal begini tapi selalu gagal di minggu ke-3. Kenapa?

Biasanya ada dua alasan. Pertama, jadwalnya terlalu ambisius di awal, misalnya langsung 5 atau 7 hari padahal belum pernah konsisten 3 hari. Kedua, brief mingguan tidak pernah diisi, jadi masih tetap blank saat waktunya posting. Coba turunkan frekuensi dulu ke 3 hari, dan luangkan 30 menit tiap Senin pagi untuk isi brief. Dua perubahan itu saja sudah beda hasilnya.

Apakah saya harus punya follower dulu baru pakai sistem ini?

Tidak. Sistem ini justru untuk membangun konsistensi yang eventually menarik follower, bukan sebaliknya. Yang perlu kamu punya cuma satu topik yang jelas dan akun yang aktif. Sisanya datang dari konsistensi.

Kalau saya skip satu hari karena ada yang urgent, apakah sistemnya rusak?

Tidak rusak. Yang penting jangan skip lebih dari 2 minggu berturut-turut karena di situlah ritme biasanya mati. Kalau skip satu hari, cukup lanjutkan jadwal berikutnya. Tidak perlu “catch up” atau posting dua kali sekaligus.

Mode mana yang paling mudah untuk memulai?

Show Me (S) biasanya paling mudah karena ini tentang menunjukkan sesuatu yang sudah ada, bukan menciptakan konten dari nol. Foto proses kerja, screenshot hasil, angka yang kamu tracking. Tidak butuh banyak kata, tidak perlu framework yang kompleks. Mulai dari situ.

Bagaimana kalau topik saya tidak jelas punya empat mode yang berbeda?

Hampir semua topik bisa dipecah ke empat mode ini. Kalau kamu di bidang keuangan keluarga misalnya: T bisa tips investasi atau budgeting, H bisa jawab “gimana kalau gaji tidak cukup untuk nabung?”, I bisa cerita bagaimana kamu dan istri sepakat soal target keuangan keluarga, S bisa screenshot portofolio atau progress tabungan. Kuncinya adalah topik dulu, mode menyesuaikan.