Untuk menghentikan versi AMP tambahan, pastikan artikel non-AMP tetap lengkap dan dapat dibuka, hapus hubungan yang mengiklankan versi AMP, lalu arahkan alamat AMP lama ke artikel yang sesuai. Uji pasangan URL sebelum menonaktifkan plugin atau generator secara menyeluruh.
Panduan ini untuk website yang sudah memutuskan menghentikan AMP. Keputusan tersebut tetap perlu mempertimbangkan fungsi, pembaca, iklan, dan kapasitas tim. Menghapus teknologi tertentu tidak dengan sendirinya memperbaiki kualitas halaman atau ranking.
Jika URL lama melewati beberapa tujuan atau kembali ke awal, gunakan diagnosis rantai dan loop redirect sebelum menyatakan transisi selesai.
Kenali bentuk website yang kamu miliki
Ada dua keadaan yang perlu dibedakan: artikel mempunyai pasangan AMP dan non-AMP, atau AMP merupakan satu-satunya halaman kanonis. Google membedakan keduanya dalam panduan penghapusan AMP. Alur mempertahankan non-AMP hanya berlaku ketika versi tujuan itu memang tersedia. Panduan menghentikan AMP di Google Search.
Jangan menghapus satu-satunya dokumen karena namanya mengandung AMP. Jika AMP merupakan halaman utama, siapkan pengganti dan rencana migrasi tersendiri. Inventaris lebih dulu mencegah asumsi bahwa setiap artikel pasti mempunyai dua versi.
Untuk pasangan halaman, catat URL kanonis, URL AMP yang benar-benar digunakan, pembuatnya, dan bagaimana pengguna diarahkan. Periksa apakah ada redirect berbasis perangkat atau JavaScript yang masih mengirim pembaca ke versi AMP.
Buat matriks pasangan berdasarkan bukti
Gabungkan daftar CMS, link rel="amphtml" pada source, URL dari log yang tersedia, serta tautan internal yang masih mengarah ke AMP. Jangan hanya menambahkan /amp/ ke semua slug. Implementasi bisa memakai query parameter atau pola lain.
Contoh berikut menggambarkan tiga keadaan pada website fiktif:
| URL AMP yang ditemukan | Tujuan yang diperiksa | Keputusan sebelum transisi |
|---|---|---|
/panduan/kopi/amp/ |
/panduan/kopi/ lengkap |
Siapkan pengalihan pasangan ini |
/berita/pasar/?amp=1 |
/berita/pasar/ tidak memuat grafik |
Lengkapi tujuan lebih dahulu |
/arsip/cerita-2018/amp/ |
Belum ditemukan padanan | Telusuri CMS dan arsip; jangan menebak |
Simpan asal setiap temuan dan waktu pemeriksaannya. Jika sebuah pola hanya ditemukan pada artikel lama, cari apakah template lama juga menyimpan aturan routing berbeda. Satu halaman terbaru yang berhasil belum mewakili seluruh sejarah publikasi.
Pastikan halaman tujuan siap menerima pembaca
Bandingkan isi utama, judul, gambar, video, tabel, caption, dan tautan yang membantu pembaca. Uji fungsi yang memang ada: formulir, navigasi, pemutar media, atau akses berlangganan. Jangan menganggap dua halaman setara hanya karena paragraf pembukanya sama.
Google menekankan kesetaraan pengalaman dan tindakan antara AMP dengan halaman kanonis terkait. Prinsip itu juga berguna saat memilih versi yang akan dipertahankan. Panduan isi dan fungsi halaman AMP.
Buka tujuan langsung pada sesi baru dan perangkat yang relevan. Periksa respons HTTP, canonical, arahan indexing, serta HTML setelah render. Tujuan yang mengembalikan 200 tetapi mengalihkan lagi ke AMP akan membuat rencana transisi berputar.
Ubah hubungan dan routing sebagai satu paket
Untuk menghapus AMP berpasangan dari Google Search sambil menjaga non-AMP, dokumentasi Google meminta penghapusan link rel="amphtml" pada halaman kanonis dan redirect dari AMP ke padanannya. Jangan mengosongkan isi file AMP lalu membiarkannya sebagai dokumen invalid. Prosedur penghapusan AMP berpasangan.
Jika perpindahannya permanen, gunakan redirect permanen yang sesuai implementasi server, misalnya 301. Google mendokumentasikan perbedaan tujuan redirect permanen dan sementara. Panduan redirect Google.
Urutan perubahan teknis bergantung pada CMS. Sebagian plugin menonaktifkan endpoint, sebagian mengatur redirect, dan sebagian meninggalkan link template. Periksa perilaku aktual di lingkungan uji. Siapkan tujuan dan aturan transisi sebelum endpoint lama kehilangan jalurnya.
Perbarui tautan internal yang kamu kendalikan menuju URL tujuan. Pastikan cache halaman kanonis tidak terus menampilkan amphtml lama. Jika aturan redirect berada di CDN sementara plugin berada di aplikasi, catat kedua pemilik konfigurasi itu.
Jalankan pengujian yang dapat menangkap loop
Untuk setiap pola URL, simpan hasil awal dan hasil yang diharapkan:
- URL AMP lama menuju artikel padanan yang benar.
- Artikel tujuan dapat dibuka langsung tanpa kembali ke AMP.
- Source halaman tujuan tidak lagi mengiklankan versi yang dihentikan.
- Parameter penting tetap menjalankan fungsi yang dibutuhkan.
- Isi dan tindakan pembaca tersedia pada tujuan.
- URL artikel lain yang tidak termasuk transisi tetap bekerja.
Tambahkan satu URL tidak dikenal untuk memastikan aturan tidak mengarahkan semua alamat ke homepage. Tambahkan pula artikel dengan media khusus atau template lama. Pilihan sampel mengikuti perbedaan mekanisme yang ditemukan pada inventaris.
Tes HTTP memeriksa status dan tujuan. Tes browser memeriksa perpindahan setelah JavaScript berjalan. Keduanya berguna karena redirect klien dapat membatalkan tujuan yang terlihat benar pada respons awal.
Siapkan pemulihan dan pantau dua sisi
Catat versi konfigurasi sebelum perubahan, pemilik aturan, serta kondisi yang membuat rilis perlu ditahan atau dipulihkan. Contohnya: tujuan banyak menghasilkan error, artikel penting kehilangan isi, atau redirect kembali ke titik awal. Jangan memakai penurunan satu hari sebagai satu-satunya pemicu tanpa memeriksa penyebabnya.
Jika aturan baru salah, hentikan perluasan dan perbaiki atau pulihkan komponen terkait. Bila memilih kembali ke pasangan AMP, pastikan endpoint, hubungan halaman, dan routing pulih bersama. Menyalakan plugin saja belum membuktikan seluruh alur kembali benar.
Setelah rilis, pantau request ke URL AMP lama dan kesehatan artikel tujuan. Bukti teknis di server dapat berubah lebih cepat daripada laporan indeks. Catat cakupan yang sudah diuji dan status pemrosesan yang masih menunggu; jangan mengklaim seluruh konsumen AMP sudah memperbarui dirinya dari satu tes browser.




