Harga minimum promo dihitung dari pendapatan setelah seluruh potongan penjual, dikurangi biaya variabel, lalu dibandingkan dengan contribution yang ingin disisakan. Jika fee berupa persentase, basis pengenaannya harus jelas. Menjumlahkan HPP dan nominal biaya lama dapat menghasilkan harga yang keliru ketika fee ikut berubah bersama harga.
Saya menghitungnya dari satu pesanan dahulu. Setelah satu baris benar, kamu dapat memperluasnya ke beberapa produk atau keranjang. Hindari memulai dari margin rata-rata toko jika promo hanya berlaku untuk SKU tertentu.
Tulis urutan potongan yang sebenarnya
Siapkan harga yang sedang diuji, diskon produk, voucher penjual, subsidi pengiriman, fee persentase, fee tetap, biaya barang, kemasan, pemenuhan, dan biaya iklan yang relevan. Catat juga batas minimum belanja, maksimum diskon, serta apakah beberapa promosi dapat digunakan bersamaan.
Diskon 10% lalu 10% lagi tidak sama dengan diskon 20%. Pada harga Rp100.000, potongan pertama menghasilkan Rp90.000 dan potongan kedua menghasilkan Rp81.000. Total pengurangan Rp19.000. Itu hanya contoh aritmetika; mekanisme akunmu harus diperiksa dari program yang benar-benar digunakan.
Bedakan potongan yang ditanggung penjual dari yang dibiayai platform. Gunakan rekonsiliasi order dan settlement untuk memeriksa hasil aktualnya.
Tetapkan satu model yang sederhana dan lengkap
Pada contoh ilustratif berikut, satu order berisi satu produk. P adalah harga sebelum promo yang sedang kita cari. Berlaku diskon penjual 10%, kemudian voucher penjual Rp10.000. Diasumsikan order memenuhi syarat voucher dan tidak ada batas potongan lain.
Pendapatan setelah kedua potongan diberi nama N:
N = 0,90 × P − Rp10.000
Fee contoh 8% dihitung dari N. Tarif ini bukan tarif marketplace tertentu. Biaya per order pada simulasi diasumsikan sebagai berikut:
| Biaya contoh | Nilai |
|---|---|
| Harga pokok barang | Rp60.000 |
| Kemasan | Rp5.000 |
| Subsidi pengiriman penjual | Rp8.000 |
| Biaya iklan per order | Rp12.000 |
| Total | Rp85.000 |
Contoh tidak memasukkan komponen pajak yang harus diteruskan kepada pihak lain. Untuk bisnis nyata, pastikan nilai pendapatan dan biaya memakai perlakuan pajak yang sesuai. Refund atau biaya tambahan yang relevan juga harus masuk model dengan definisi yang tidak berulang.
Pecahkan harga dari contribution yang diperlukan
Misalkan contribution yang ingin disisakan setelah biaya pada tabel adalah Rp15.000 per order. Contribution tersebut masih membantu menutup biaya tetap perusahaan; ia belum sama dengan laba bersih.
Contribution = N − 8% × N − Rp85.000
Supaya contribution mencapai Rp15.000:
0,92 × N = Rp100.000
N = Rp108.695,65
Masukkan kembali ke urutan diskon:
P = (Rp108.695,65 + Rp10.000) ÷ 0,90 ≈ Rp131.884,06
Jika harga contoh dibulatkan ke Rp132.000, hasilnya perlu dihitung ulang. Jangan hanya membulatkan hasil akhir lalu menganggap syarat promo tetap terpenuhi.
Uji kembali dengan memasukkan harga tersebut
Pada P Rp132.000, sesudah diskon 10% nilainya Rp118.800. Sesudah voucher Rp10.000, N menjadi Rp108.800. Fee 8% dari N adalah Rp8.704.
Rp108.800 − Rp8.704 − Rp85.000 = Rp15.096
Contribution melewati sasaran contoh Rp15.000 sebesar Rp96. Ruangnya sangat tipis. Jika biaya pengiriman, iklan, atau retur berbeda dari asumsi, hasilnya dapat berubah. Angka tersebut merupakan hasil formula, bukan rekomendasi langsung memakai harga Rp132.000.
Jika voucher ternyata mensyaratkan belanja minimum Rp150.000, contoh harga ini tidak memenuhi ketentuan tersebut. Model perlu dihitung ulang pada kondisi yang benar, bukan memaksa voucher tetap dianggap berlaku.
Kenali kapan rumus perlu dipecah
Fee dapat mempunyai basis, batas minimum, maksimum, atau komponen tetap berbeda. Voucher bisa berlaku per order, sementara HPP berlaku per unit. Bundle dapat mengubah berat dan ongkir. Dalam keadaan itu, buat beberapa baris skenario atau formula bersyarat.
Jika keranjang berisi dua item, jangan mengenakan voucher per order dua kali. Sebaliknya, jangan hanya menghitung HPP satu unit. Ketika sebagian order tidak menggunakan voucher, pakai realisasi redemption untuk evaluasi periode, sambil tetap menguji skenario order yang mendapat potongan terbesar.
Periksa pula refund. Jika revenue neto sudah mengurangi nilai yang dikembalikan, jangan mengurangkannya lagi sebagai biaya yang sama. Biaya packing atau pengiriman yang tidak pulih merupakan komponen berbeda dan perlu diperiksa sendiri.
Bedakan harga minimum dengan keputusan promosi
Harga yang memenuhi formula belum tentu menarik bagi pembeli atau menghasilkan jumlah order yang cukup. Jika biaya iklan per order naik, harga minimum juga bisa berubah. Gunakan target CPA dari contribution untuk menjaga hubungan kedua keputusan itu.
Untuk menilai promosi, lanjutkan dengan kenaikan volume yang perlu dihasilkan diskon. Harga coret dan klaim hemat harus mengikuti harga serta ketentuan yang benar-benar berlaku, bukan dibuat agar potongan terlihat besar.
Simpan input, urutan potongan, basis fee, biaya per unit atau per order, contribution yang disisakan, dan hasil substitusi balik. Lembar itu siap dipakai ketika perubahan satu input mengalir ke seluruh perhitungan dengan benar.




