Reorder point adalah pemicu untuk mulai memesan pasokan ketika posisi persediaan mendekati kebutuhan selama lead time ditambah safety stock. Ia menjawab kapan perlu memesan, sedangkan jumlah barang yang dipesan membutuhkan keputusan lain tentang demand, minimum pemasok, kas dan kapasitas penyimpanan.

Untuk memulai, gunakan perhitungan yang dapat dijelaskan. Buffer 20% tidak otomatis cocok untuk semua SKU. Barang dengan demand stabil dan pemasok konsisten mempunyai risiko berbeda dari produk yang sering melonjak atau terlambat datang.

Ukur lead time sampai barang benar-benar dapat digunakan

Catat waktu sejak pesanan pemasok dikonfirmasi sampai barang selesai diterima dan diperiksa. Produksi, perjalanan, bongkar, pemeriksaan kualitas dan penanganan selisih dapat menambah waktu sebelum stok siap dijual.

Simpan beberapa catatan pengadaan jika tersedia. Rata-rata saja dapat menyembunyikan keterlambatan besar. Pisahkan perubahan yang memang diketahui, seperti jadwal tutup pemasok atau proses pemeriksaan tambahan, dari variasi yang belum dapat dijelaskan.

Jika supplier mengatakan barang berangkat dalam lima hari, itu belum sama dengan siap dijual dalam lima hari. Perhitungan perlu mengikuti akhir proses yang relevan bagi pelanggan.

Periksa apakah penjualan mencerminkan demand

Hitung penggunaan atau penjualan unit per hari dengan cakupan yang jelas. Pisahkan hari toko tidak beroperasi dan hari stok kosong. Nol penjualan saat barang tidak tersedia tidak membuktikan nol permintaan.

Contoh ilustratif: 300 unit terjual selama 30 hari kalender, tetapi barang hanya tersedia 20 hari. Rata-rata kalender adalah 10 unit per hari, sementara rata-rata pada hari tersedia 15 unit. Keduanya benar untuk denominatornya, tetapi memakai 10 tanpa mencatat stockout dapat meremehkan kebutuhan.

Angka 15 juga belum pasti menjadi demand esok hari. Hari tersedia mungkin bertepatan dengan promo. Gunakan konteks harga, traffic, musim, dan ketersediaan varian sebelum memilih asumsi.

Hitung kebutuhan selama lead time

Anggap untuk latihan berikut permintaan baru yang direncanakan 12 unit per hari dan lead time 10 hari. Permintaan baru ini belum mencakup 40 unit komitmen pelanggan yang akan kita kurangkan secara terpisah. Kebutuhan tambahan selama menunggu pasokan adalah:

12 unit/hari × 10 hari = 120 unit

Owner pada simulasi memilih safety stock 36 unit untuk menghadapi skenario tiga hari keterlambatan pada demand yang sama. Maka reorder point menjadi:

120 + 36 = 156 unit

Safety stock 36 bukan tingkat layanan yang dijamin. Jika demand melonjak atau keterlambatan lebih lama, buffer bisa habis. Tuliskan alasan pemilihannya dan kondisi yang akan membuat angka ditinjau kembali.

Gunakan posisi persediaan dengan definisi yang konsisten

Untuk contoh ini, inventory position dihitung dari stok fisik yang layak dipakai ditambah pasokan terbuka yang relevan, dikurangi komitmen pelanggan yang belum dipenuhi. Stok rusak atau tertahan kualitas dikeluarkan dahulu dari stok layak.

Komponen ilustratif Unit
Stok fisik layak 140
Pasokan terbuka yang diperhitungkan 50
Komitmen pelanggan belum dipenuhi 40
Inventory position 150

Posisi 150 berada di bawah reorder point 156, sehingga pemesanan ulang perlu ditinjau. Namun, stok siap dijual saat ini hanya 100 unit, yaitu 140 dikurangi 40 komitmen. Lima puluh unit dalam perjalanan belum tersedia untuk dijanjikan sebagai barang siap kirim.

Jika sistemmu sudah memberikan angka available setelah komitmen dikurangi, jangan mengurangi 40 lagi. Petakan definisi kolom sebelum memasukkannya ke formula. Alur stok lintas channel membantu menjaga perbedaan status tersebut.

Periksa waktu kedatangan, bukan total unit saja

Pasokan terbuka 50 unit bisa datang terlalu terlambat untuk mencegah kekosongan. Buat jadwal sederhana: stok awal, demand harian, komitmen yang sudah diketahui, dan tanggal penerimaan tiap pesanan pemasok.

Jika pada hari kelima saldo diperkirakan negatif sementara pasokan baru masuk hari kesepuluh, total inventory position positif tidak menyelesaikan gap tersebut. Tindak lanjutnya dapat berupa mengonfirmasi jadwal, menyesuaikan janji ketersediaan, atau mengubah rencana demand sesuai kondisi nyata.

Jangan memasukkan seluruh forecast demand lalu mengurangi komitmen pelanggan yang sudah termasuk dalam forecast itu sekali lagi. Pilih apakah forecast mewakili total kebutuhan atau hanya kebutuhan tambahan, dan tulis pilihannya.

Tentukan jumlah pembelian secara terpisah

Reorder point 156 tidak berarti harus membeli 156 unit. Jumlah pembelian bergantung pada periode yang ingin dicakup, pasokan yang sudah dipesan, minimum pemasok, masa pakai barang, ruang simpan dan kas.

Bandingkan kebutuhan beberapa skenario dan gunakan jadwal kas persediaan sebelum membuat komitmen. Untuk produk yang belum mempunyai histori cukup, batch uji awal lebih sesuai daripada menganggap demand sudah stabil.

Simpan kartu per SKU: unit, data penjualan, hari tersedia, lead time, alasan buffer, posisi persediaan, tanggal pasokan, owner dan tanggal review. Perbarui ketika demand, pemasok, promo atau kualitas berubah. Kartu tersebut berguna ketika tim dapat menjelaskan mengapa harus memesan, kapan barang diperlukan, dan asumsi mana yang paling mudah meleset.